Tampilkan postingan dengan label Ikhwanul Muslimin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikhwanul Muslimin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

Peran Ikhwanul Muslimin untuk Kemerdekaan Indonesia


REPUBLIKA.CO.ID,Negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Mesir. Demikian tertulis dalam buku sejarah kemerdekaan Indonesia.

Tapi, buku-buku sejarah umumnya tak menjelaskan lebih lanjut, mengapa dan bagaimana Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia.

Pengakuan dari negara lain, merupakan syarat penting berdirinya sebuah negara. Dan, untuk ini, bangsa ini pantas berterima kasih kepada tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin. Sebab, merekalah yang melobi agar pemerintahnya mendukung kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Ikhwanul Muslimin yang saat itu jaringannya telah tersebar, juga menggalang dukungan-dukungan negara Arab lainnya untuk mendukung ke merdekaan Indonesia. Dan, setelah Mesir, negara-negara Timur Tengah lain pun mendukung kemerdekaan Indonesia.

Para pemimpin Mesir dan negara-negara Arab saat itu, bahkan membentuk Panitia Pembela Indonesia. Mereka mendorong pembahasan soal isu Indonesia di berbagai lembaga internasional, seperti Perserikatan Bangsa Bangsa dan Liga Arab.

Dalam bukunya, Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Zein Hassan menulis bahwa pengakuan kemerdekaan itu, pada akhirnya membuat posisi Indonesia setara dengan negara-negara lainnya-termasuk Belanda—dalam perjuangan diplomasi internasional.

Proklamator Bung Hatta pun menyatakan, “Kemenangan diplomasi Indonesia dimulai dari Kairo. Karena, dengan pengakuan mesir dan negara- negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau.”

Peran Ikhwanul Muslimin dalam kemerdekaan Indonesia, itu, masih dapat ditelusuri jejaknya dalam artikel bertajuk Ikhwanul Muslimindi Wikipedia. Di sana dicantumkan foto-foto tokoh bangsa seperti Sjahrir dan H Agus Salim yang menemui Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, Hasan al-Banna, untuk menyampaikan terima kasih atas dukungannya terhadap kemerdekaan Indonesia.

Saat itu, untuk mendukung kemerdekaan Indonesia, Ikhwanul Muslimin kerap mengerahkan massa untuk berdemonstrasi, termasuk menghalau kapal-kapal Belanda yang melewati Terusan Suez. Terutama, saat Indonesia sedang dalam revolusi fisik melawan kembalinya Belanda.
Redaktur: M Irwan Ariefyanto
Reporter: harun husein
Readmore »»

Kisah Ikhwanul Muslimin (VII), Hasan al Banna


REPUBLIKA.CO.ID,Ikhwanul Muslimin sampai saat ini disebut sebagai organisasi paling berpengaruh di dunia. Harakah yang kini memiliki jejaring luas di banyak negara, ini, didirikan Hasan al-Banna, di Ismailiyah, Mesir, pada 1928 silam. Saat mendirikan organisasi ini, Hasan al-Banna masih berusia 22 tahun. Dia lahir pada 1906.

Runtuhnya Khilafah Usmani di Turki, pada 1924, adalah pendorong utama Hasan al-Banna mendirikan Ikhwanul Muslimin. Hasan al Banna banyak terpengaruh pada pemikir reformis Islam Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha.

Ikhwanul Mus limin sangat anti kolonialisme Barat. Di Mesir, sikap itu diejawantahkan dengan upaya menggulingkan monarki yang pro-Barat, serta membantu perjuangan melawan kolonialisme di sejumlah negara. Akibatnya, pada November 1948, pemerintah menahan 32 pemimpin Ikhwanul Muslimin, dan melarang organisasi itu. Tak lama kemudian, Hasan al-Banna terbunuh.

Dalam revolusi penggulingan monarki di Mesir, Ikhwanul Muslimin yang pada tahun 1948 sudah beranggotakan 500 ribu orang, bahu membahu bersama sejumlah perwira militer nasionalis seperti Jamal Abdul Nasir. Dan, pada 1952, revolusi itu berhasil menumbangkan Monarki. Sejak itulah, pemerintahan di Mesir berubah bentuk menjadi republik.

Tapi, bulan madu Ikhwan dengan militer berlangsung sing kat. Pada 13 Januari 1954, pemerintahan Jamal Abdul Nasser membekukan Ikhwanul Muslimin. Bukan hanya organisasinya yang dilarang, para aktivisnya pun akrab dengan jeruji penjara. Kondisi itu berlangsung terus di bawah Anwar Sadat dan Husni Mubarak.

Selama periode itu, tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin mengikuti pemilu sebagai perseorangan. Pada 2005, tokoh-tokoh Ikhwan berhasil meraih 88 kursi parlemen, atau 20 persen. Di antara yang terpilih ini adalah Muhammad Mursi-yang kini menjadi presiden Mesir. Hasil pemilu ini, menempatkan tokoh-tokoh Ikhwan sebagai oposisi penting.

Pelarangan kepada Ikhwanul Muslimin itu baru berhenti sejak Husni Mubarak ditumbangkan Arab Spring. Meski demikian, kali ini Ikhwanul Muslimin memilih tidak terjun langsung dalam pemilu, tapi mendirikan sayap politik untuk ikut pemilu. Ikhwanul Muslimin mendirikan Partai Kebebasan dan Keadilan. Dan, kiprah pertama Partai Kebebasan dan Keadilan di panggung politik negeri Fir’aun itu, langsung memberi hasil mengesankan.
Redaktur: M Irwan Ariefyanto
Reporter: harun husein
Readmore »»

Kisah Ikhwanul Muslimin (VI) Siuman Berkat Arab Spring


REPUBLIKA.CO.ID,Musim semi Arab (Arab Spring), menjadi berkah bagi harakah Ikhwanul Muslimin. Betapa tidak, pemilu yang digelar pascarevolusi penumbangan para autokrat, memberi membuat larangan kepada partai partai yang berafiliasi dan terinsprasi pada Ikhwanul Muslimin dicabut. Mereka pun ikut pemilu dan menang. Dan, kemenangan itu bukan hanya di lembaga legislatif, tapi juga eksekutif. Itulah yang terlihat di Mesir, Tunisia, Maroko.

Di Mesir, lewat pemilu paling be bas dan demokratis sepanjang sejarah negeri itu, sayap politik Ikhwanul Muslimin memenangkan pemilu presiden dan pemilu parlemen-baik pemilu majelis rendah (majlis al sha’ab) maupun majelis tinggi (majlis alshura). Presiden Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Ikhwanul Muslimin, terpilih menjadi presiden sipil pertama di republik Arab Mesir.

Sebelumnya, di Tunisia, Partai Ennahda-yang menurut pendirinya, Rachid Ghannouchi terinspirasi Ikhwanul Muslimin-- juga memenangkan pemilu legislatif yang digelar pada 23 Oktober 2011 lalu. Partai Ennahda atau Hizb al-Nahdhah yang berarti kebangkitan atau renaisans, ini, meraih 41 persen kursi parlemen. Dan sekretaris jenderal partai itu, Hamad Jebali, menjadi perdana menteri. Padahal, sebelum Arab Spring, Ennah dah merupakan partai terlarang, dan tokoh-tokohnya dipenjarakan.

Di Maroko, Partai Keadilan dan Pembangunan (Hizb al-‘Adala wa al- Tanmiya)--yang terinspirasi pada Ikhwanul Muslimin-- juga meraih kemenangan dalam pemilu parlemen yang digelar 25 November 2011. Partai ini meraih 107 kursi atau 27 persen dari total 395 kursi parlemen. Dan, seperti di Tunisia dan Mesir, pemimpin partai ini, Abdelilah Benkirane, akhirnya terpilih menjadi perdana menteri.

Berbilang dekade sebelum partaipartai yang memiliki hubungan de ngan Ikhwanul Muslimin di Turki tersebut memenangkan pemilu, Turki telah memulainya. Sejak era Partai Refah yang dipimpin oleh Necmetin Erbakan, dilanjutkan oleh Partai Keadilan dan Pembangunan yang dipimpin Recep Tayyip Erdogan. Selain meraih banyak kursi di parlemen, Erbakan dan Erdogan juga menjadi perdana menteri.

Hamas di Palestina juga sebelumnya memenangkan pemilu parlemen pada 25 Januari 2006 lalu, dengan meraih suara sebanyak 44,4 persen yang dikonversi menjadi 75 kursi. Hamas yang didirikan Syeikh Ahmad Yasin, yang juga tokoh Ikhwanul Muslimin Palestina, ini, mengalahkan Fatah yang meraih 41,4 persen suara atau 45 kursi. Tapi, hasil pemilu ini kemudian diberangus atas dukungan Barat.


Redaktur: M Irwan Ariefyanto
Reporter: harun husein
Readmore »»

Kisah Ikhwanul Muslimin (IV) Skak Mat


REPUBLIKA.CO.ID,Setelah pasti menjadi presiden pilihan rakyat, barulah Mursi mengeluarkan pernyataan ofensif. Jumat , 29 Juli, sehari sebelum pelantikannya di MK, Mursi mendatangi massa di Tahrir Square. Di sana, dia dilantik secara simbolis sebagai presiden. “Tidak ada institusi yang boleh berada di atas rakyat,” tandas Mursi, mengkritik SCAF.

Pernyataan itu dipertajam dalam pidatonya di Universitas Kairo, sehari berikutnya. Pa da acara yang juga dihadiri Ketua SCAF, Marsekal Hussein Tantawi, itu, Mursi mengingatkan militer agar menghormati keinginan rakyat, serta mengisyaratkan militer agar kembali ke barak. "Militer harus kembali ke peran dasarnya, mempertahankan bangsa dan perbatasan," kata Presiden Mursi.

Tapi, yang paling menyengat dari pidato di Universitas Kairo, adalah janji Mursi untuk memulihkan parlemen yang telah dibubarkan oleh SCAF. Dan, janji itu dibuktikannya sepekan kemudian. Ahad, 8 Juli, Mursi mengeluarkan dekrit pemulihan parlemen. “Mursi kepada tentara: Skakmat”, demikian headline di harian Al-Watan. Media lainnya menulis Mursi mengalahkan militer.

Serangan balik Mursi itu, membuat SCAF dan MK kebakaran jenggot. Mereka buru-buru menggelar rapat darurat, serta menyampaikan pernyataan bahwa dekrit presiden tersebut inkonstitusional. Tapi, Selasa, 10 Juli, parlemen yang sudah dibubarkan kembali bersidang. Sehingga, secara faktual, kini ada dua pihak yang memegang kekuasan legislatif, yaitu parlemen dan SCAF. “Konfrontasi pertama ini”, tulis harian Al Akhbar, “menjadi akhir bulan madu singkat [Mursi] dengan SCAF yang dipimpin Marsekal Hussein Tantawi.”
Redaktur: M Irwan Ariefyanto
Reporter: harun husein
Readmore »»

Kisah Ikhwanul Muslimin (III) Konstitusi Baru


REPUBLIKA.CO.ID,Keempat, konspirasi itu semakin terang benderang, ketika pada 18 Juni-atau sehari setelah pelaksaan pilpres putaran kedua-- SCAF mengumumkan Deklarasi Konstitusi Baru yang mempreteli sejumlah kewenangan presiden. Antara lain, melucuti kewenangan presiden sebagai pemimpin tertinggi militer dan kepolisian. Kekuasaan atas militer tetap berada di tangan SCAF.

Lewat deklarasi itu, posisi petinggi MK juga diamankan. Kewenangan presiden menunjuk ketua MK dihapuskan. Sebelum presiden ba ru dilantik, SCAF memfasilitasi pemilihan ketua MK lewat majelis hakim agung. Yang terpilih adalah Maher el-Beheiry, yang mulai menjalankan tugasnya pada 1 Juli, hampir bersamaan dengan permulaan masa tugas presiden baru.

Di deklarasi itu dibuat klausul yang menyatakan SCAF tetap memegang kekuasaan parle men. Bahkan, memungkinkan SCAF lebih lama lagi menggenggam kekuasaan parlemen. Sebab, parlemen baru harus dipilih sebulan setelah adanya konstitusi baru. Sementara, konstitusi baru itu harus dibuat oleh Majelis Konstitusi -yang bisa diganti di tengah jalan oleh SCAF-- dan harus pula disetujui referendum.

Langkah militer membubarkan parlemen dan memreteli kekuasaan presiden ini, kemudian membuat massa kembali turun ke jalanjalan untuk menyuarakan protes, termasuk berkumpul ke Tahrir Square. Namun, Ikhwanul Muslimin memilih tak bereaksi berlebihan. Kendati tak setuju dengan pembubaran parlemen, para tokoh Ikhwan menyatakan menghormati hukum. Bahkan, saat kekuasaan presiden dilucuti, Muhammad Mursi berkata kepada Aljazeera, “Saya cinta militer.”

Kelima, KPU menunda pengumuman hasil pilpres putaran kedua. Seharusnya, pengumuman dilakukan 20 Juni. Tapi, KPU menunda dengan alasan untuk memeriksa komplain para kandidat. Saat itu, muncul spekulasi bahwa militer akan mensabotase hasil pilpres yang memenangkan Mursi. Hitung cepat dan penghitungan paralel sejumlah lembaga rata-rata memenangkan Mursi dengan 52 persen dan Shafiq 48 persen.

Sampai di sini, massa kembali turun ke jalan. Bahkan, ribuan orang bahkan sampai ber kemah di Tahrir Square, seolah mempersiapkan diri untuk mencetuskan revolusi jilid kedua.

Tapi, ketegangan tersebut berakhir antikli maks, ketika pada 24 Juni, Ketua KPU, Faruq Sultan, menyatakan komplain terhadap hasil pemilu di 400-an TPS, tidak mengubah hasil pemilu. Sehingga, Faruq Sultan pun akhirnya mengumumkan Muhammad Mursi sebagai pemenang pilpres putaran kedua.
Redaktur: M Irwan Ariefyanto
Reporter: harun husein
Readmore »»

Kisah Ikhwanul Muslimin (II), Sabotase


REPUBLIKA.CO.ID,Perjalanan Ikhwanul Muslimin mencapai puncak piramida politik Mesir tidaklah mudah. Berbagai peristiwa yang provokatif, konspiratif, bahkan dinilai sebagai kudeta terselubung, menyertainya. Tapi, toh, Ikhwanul Muslimin tak terbendung.

Upaya penggagalan tersebut terlihat intensif dan sistematis pascakemenangan Ikhwanul Muslimin dalam pemilu parlemen. Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (the Supreme Council of the Armed Force/SCAF) bersama Mahkamah Konstitusi (MK) dan para hakim agungnya, melakukan move-move politiskonspiratif yang mengatasnamakan hukum dan konstitusi.

Pertama, diskualifikasi Khairat el-Shater, calon presiden kharismatis yang diusung Ikhwanul Muslimin. Alasannya, Khairat masih ber status terpidana politik era Mubarak. Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mendiskualifikasi Shater adalah Faruq Sultan, yang juga ketua MK. Buntutnya, Ikhwanul Muslimin kemudian memajukan calon cadangan: Muhammad Mursi.

Kedua, pemberian kesempatan kepada loyalis Mubarak untuk memperebutkan kekuasaan. Sebelum proses pendaftaran calon presiden, sebenarnya parlemen telah meloloskan Undang-Undang (UU) Isolasi Politik. Lewat UU ini, semua tokoh di era rezim Mubarak, dilarang mencalonkan diri sebagai presiden selama 10 tahun ke depan, terhitung sejak tumbangnya Mubarak pada 11 Februari 2011. UU ini kemudian disahkan SCAF-yang ber peran sebagai eksekutif masa transisi.

Pengesahan UU tersebut, mengancam pencalonan Ahmad Shafiq, marsekal yang pernah menjadi perdana menteri di akhir kekuasaan Mubarak. Tapi, Shafiq kemudian mengajukan banding ke KPU. Dan, KPU yang dipimpin Faruq Sultan, ternyata mampu bertindak di atas UU. Sebab, KPU kemudian menerima banding itu, sehingga Shafiq tetap bisa menjadi kontestan pemilu presiden.

Ketiga, setelah pemilu presiden digelar, tak ada yang meraih suara mayoritas. Sehingga, pemenangnya harus ditentukan melalui me lalui putaran kedua. Ada dua calon yang maju ke pu taran kedua, yaitu Mursi dan Shafiq. Di te ngah pro ses tersebut, Shafiq yang melanggar UU Iso lasi Politik, kembali dipersoalkan ke MK. Dan Faruq, kembali pasang badan untuk Shafiq.

Pada 14 Juni 2012, Faruq Sultan selaku ketua MK, menyatakan Shafiq tetap bisa maju dalam pilpres putaran kedua. Sebab, UU Isolasi Politik, bertentangan dengan konstitusi. Bukan hanya itu. Pada hari itu juga, MK mengumumkan bahwa aturan pengisian ang gota parlemen di UU Pemilu Parlemen melanggar konstitusi. Keputusan ini berbuntut pembubaran parlemen.

UU Pemilu Parlemen menyatakan sepertiga ang gota parlemen dipilih berdasarkan sis tem distrik berwakil tunggal (FPTP)-dengan peserta pemilu perseorangan-- dan dua pertiganya dipilih dengan sistem proporsional daftar --dengan partai sebagai peserta pemilu. Namun, untuk pemilihan dengan sistem FPTP itu, orang partai boleh maju secara perseorangan.

UU Pemilu Parlemen disusun oleh SCAF pada September 2011, atau dua bulan sebelum pemilu parlemen. Semula, SCAF membuat klausul yang menyatakan 50 persen anggota parlemen dipilih dengan sistem proporsional daftar, dan 50 persen lainnya dengan FPTP. SCAF mensyaratkan, 50 persen anggota parlemen yang dipilih dengan FPTP itu, adalah orang independen nonpartisan.

Langkah SCAF tersebut mendapat tentangan dari hampir seluruh kekuatan politik saat itu. SCAF akhirnya merevisi UU Parlemen. Kaplingnya menjadi dua pertiga dipilih dengan proporsional daftar, dan sepertiga di pilih de ngan FPTP di mana orang partai boleh juga menjadi kontestannya di jalur perseorangan itu.

MK menyatakan justru di situlah pelanggarannya. Sebab, sepertiga anggota parlemen yang dipilih dengan sistem FPTP itu, seharusnya adalah orang independen nonpartisan. Karena ternyata juga diisi orang partai, MK menyatakan sepertiga kursi parlemen menjadi tidak sah.

Yang harus dilakukan pascaputusan MK, menurut sejumlah pakar konstitusi, adalah memilih ulang sepertiga anggota parlemen yang dinyatakan tidak sah. Tapi, berbekal putusan MK, SCAF kemudian membubarkan parlemen. Buntutnya, kekuasaan legislatif yang semula lepas ke tangan sipil lewat pemilu, kembali ke tangan para jenderal di SCAF.
Redaktur: M Irwan Ariefyanto
Reporter: harun husein
Readmore »»

Kisah Ikhwanul Muslimin (I)


REPUBLIKA.CO.ID,Sempurna. Kata ini pantas disematkan kepada Ikhwanul Muslimin di Mesir. Betapa tidak, semua lembaga yang dipilih dalam pesta demokrasi, dimenangkan Ikhwanul Muslimin. Mulai dari majelis rendah (Majlis al Sha’ab/DPR), majelis tinggi (Majlis al-Shura/Senat), hingga lembaga ke presidenan. Sabtu, 30 Juni, Muhammad Mursi, dilantik sebagai presiden.

Pelantikan Mursi, mencatat sejumlah sejarah baru di negeri seribu menara itu. Pertama, inilah kali pertama Mesir dipimpin presiden yang dipilih melalui proses yang demokratis, bukan demokrasi semu seperti pemilu presiden yang sudah-sudah. Kantor Berita BBC menyebutnya pemilu presiden itu sebagai the fully democratic poll in Egyptian history.

Kedua, inilah kali pertama tokoh Ikhwanul Muslimin menjadi orang nomor satu di Mesir, sejak organisasi tersebut didirikan Hasan al- Banna, 84 tahun silam. Muhammad Mursi adalah salah seorang pemimpin eksekutif Ikhwa nul Muslimin, dan ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (Freedom and Justice Party, FJP), sayap politik organisasi legendaris itu.

Ketiga, inilah kali pertama Mesir dipimpin presiden berlatar belakang sipil, sejak negara itu berbentuk republik pada 1952. Mursi meru pa kan presiden kelima di era republik. Empat presiden sebelumnya berlatar belakang militer. Mereka adalah Muhammad Najib (1953-1954), Jamal Abdul Nasir (1956-1970), Anwar Sadat (1970-1981), dan Husni Mubarak (1981-2011).
Redaktur: M Irwan Ariefyanto
Reporter: harun husein
Readmore »»

Senin, 25 Juni 2012

Setelah 84 Tahun, Organisasi Terlarang Itu Akhirnya Memimpin Mesir



REPUBLIKA.CO.ID, Ikhwanul Muslimin akhirnya meraih kekuasaan tertinggi di Mesir setelah berjuang selama 84 tahun di negeri Seribu Menara itu.

Padahal, organisasi yang didirikan dai kesohor Mesir, Hassan Al Banna, pada 1928 itu dinyatakan sebagai organisasi terlarang di tiga era presiden, yaitu sejak Presiden Gamal Abdel Nasser yang berkuasa pada 1956-1970, berlanjut ke Presiden Anwar Saddat (1970-1981), hingga Presiden Hosni Mubarak (1981-2011).

Ikhwanul Muslimin belakangan mendapat momentum ketika dunia Arab dilanda "demam" Revolusi Musim Semi atau Arab Spring dengan tumbangnya rezim pimpinan Presiden Hosni Mubarak pada 11 Februari 2011 menyusul tumbangnya Presiden Tunisia, Zaine Abidin Ben Ali, sebulan sebelumnya.

Di era sebagai organisasi terlarang itu, banyak pemimpin Ikhwanul Muslimin dilaporkan disiksa dan dipenjara tanpa lewat pengadilan.

Bahkan, salah satu tokoh karismatik, Sayed Qutub, dihukum gantung di era Presiden Abdel Nasser pada 1966 atas dakwaan usaha penggulingan pemerintah.

Alhasil, kini Ikhwanul Muslimin telah meraih posisi terhormat dalam kekuasaan, dan diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Harapan itu kini berada di pundak akademisi lulusan Amerika Serikat itu. Moursi dilahirkan di desa Adwah, Provinsi Syarqiyah, bagian timur Mesir, pada 20 Agustus 1951 dari keluarga petani sederhana.

Seperti pemimpian Ikhwanul Muslimin lainnya, doktor bidang teknik material jebolan University of Southern California pada 1982 itu telah makan asam garam dalam perjuangan dengan keluar masuk penjara akibat keteguhan sikapnya.

Selain di dunia akademisi, Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Ikhwanul Muslimin, itu juga telah berpengalaman dalam politik sebagai anggota DPR di era Mubarak dalam Pemilu pada 2000 selaku juru bicara kubu Ikhwanul Muslimin di dewan legislatif.

Moursi memiliki seorang istri dan dikaruniai lima anak dan tiga cucu. Kini dunia menanti kiprah organisasi Islam itu untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengelola pemerintahan yang produktif, bersih dan berwibawa.

Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: Antara
Readmore »»

Mursi, Presiden Mesir Pertama Hafal Alquran



Senin, 25 Juni 2012

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Presiden terpilih Mesir Mohammed Mursi merupakan Presiden Mesir pertama yang hafal Alquran. Pria bernama lengkap Mohammed Mursi Issa Ayyat ini bahkan bersama Istri dan seluruh anaknya adalah penghafal Alquran.

Pria yang pernah merasakan dibalik jeruji ketika pemerintahan Anwar Saddat dan Hosni Mubarak ini dikaruniai 5 orang anak dan 3 orang cucu.

Selain Mursi, pemimpin dunia yang juga penghafal Alquran adalah Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniya. bahkan anaknya yang bernama Aid berhasil menyempurnakan hafalan Alquran dalam 35 hari dan memperoleh gelar mumtaz (sempurna).

Baik Mursi maupun Haniya memiliki akar yang sama, yakni Ikhwanul Muslimin. Mursi mewakili sayap politik Ikhwan di Mesir lewat Partai Kebebasan dan Keadilan. Sedangkan Haniya adalah pemimpin Hamas yang didirikan Syaikh Ahmad Yassin sebagai pengejawantahan perjuangan Ikhwanul Muslimin di Palestina.

Bahkan dalam kampanyenya, Mursi pernah berujar jika menang, ibu kota Mesir akan dipindahkan ke Yerusalem sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat Palestina.
Redaktur: Hafidz Muftisany
Sumber: kmamesir/kispa
Readmore »»

Senin, 28 Mei 2012

Syaikh Ali Gawesy Muraqib Am Baru Ikhwan di Sudan

5/28/2012 02:30:00 PM | Posted by islamedia Islamedia - Ikhwanul Muslimin Sudan sukses melakukan Muktamar selama 2 hari pada tanggal 25-26 Mei 2012 yang lalu. Muktamar yang diselenggarakan di Gedung Dakwah Ikhwanul Muslimin berhasil memilih para qiyadah Ikhwan yang akan memimpin Ikhwan Sudan selama empat tahun kedepan. Majelis Syura Ikhwan yang dipimpin Maulana Abu Bakar Asy-Syaikh menetapkan Syaikh Ali bin Muhammad bin Ahmad Gawesy sebagai Muraqib Am Ikhwan Sudan dengan didampingi oleh Dr. Isham Yusuf Badr sebagai wakilnya. Muktamar yang dilakukan secara rutin empat tahun sekali ini juga menyampaikan dan mendiskusikan hasil laporan kerja Muraqib Am sebelumnya. Muktamar juga menyepakati beberapa perubahan dan revisi, serta rekomendasi lima tahunan 2012-2017. Disamping itu, Muktamar juga menyetujui perubahan sebagian Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga. Mantan Muraqib Am Ikhwan Sudan, Prof. Al-Haber Yusuf Nur Ad-Daem, berkesempatan memberikan sambutan pada acara pembukaan dan mengajak seluruh anggota Jamaah Ikhwan Sudan untuk memperdalam Ukhuwah dan Memperkuat ikatan Ukhuwah sesama anggota Ikhwan di Sudan.[io/akmb]
Readmore »»

Kamis, 17 Mei 2012

Mahdi Akef: IM Tidak Akui Cam David, Al-Quds Hanya Bebas dengan Senjata

Kairo – PIP: Mantan Mursyid Jama’ah Ikhnul Muslimin, Muhammad Mahdi Akef, menegaskan bahwa isu tawanan Palestina adalah isu yang adil yang pada akhirnya Allah menuliskan kemenangan bagi mereka. Dia menegaskan, ketakutan Israel terhadap perlawanan tawanan lah yang menjadi sebab sesungguhnya intimidasi dan penangkapan mereka oleh Zionis Israel. Dalam wawancara khususnya dengan Pusat Informasi Palestina, Akef menegaskan, kemenangan akan berpihak kepada para tawanan di jalan manapun mereka melawan penjajah Zionis, baik melalui aksi mogok makan atau melalui perlawanan bersenjata. Akef meminta dunia Arab dan Islam untuk membela isu tawanan. Dia menegaskan pentingnya peran Mesir melakukan campur tangan segera untuk mengakhiri krisis tawanan. Demikian juga Mesir perlu menyempurnakan kesepakatan terakhir yang dilaksanakan melalui pertukaran tawanan dengan serdadu Israel Gilad Shalit. Akef juga meminta gerakan Hamas dan Fatah untuk membuang perpecahan dan bersatu untuk merealisasikan rekonsiliasi serta berhimpun untuk melayani rakyatnya. Dia menegaskan penolakannya terhadap apa yang disebutnya perjanjian Camp David. Dia menyatakan bahwa Jamaah Ikhwan menolak mengakui perjanjian tersebut sejak dulu. Dia mengatakan, “Mesir, dengan kapasistas dan perannya sekarang ini, menghormati semua perjanjian dan kesepakatan internasional yang sebelumnya dan yang ditanda tangani di masa lalu. Ikhwan sekarang tidak memiliki pilihan kecuali mengakuinya. Adapun pembicaraan soal anulirnya dan revisi undang-undangnya harus dilakukan melalui parlemen.” Dia meminta bangsa Arab agar terbebas dari campur tangah asing dan melawan rezim dzalim untuk sampai pada tujuan yang diinginkan, yaitu pembebasan al Quds. Dia menegaskan bahwa al Quds tidak akan terbebaskan kecuali melalui perlawanan bersenjata. Berikut petikan wawancaranya lengkapnya: PIP: Bagaimana Anda menilai mogok makan tawanan Palestina melawan Israel? MA: Para tawanan itu sesungguhnya adalah pemimpin hakiki yang menghadapi tindakan represif Israel sebab negara penjajah ketakutan jika mereka berada di luar penjara karena terus melakukan perlawanan. Kita kuatkan tangan kita dengan mereka dan kita tegaskan bahwa kemenangan akan berpihak kepada mereka. Mereka pasti menang di jalan manapun mereka melawan penjajah Zionis, baik melalui aksi mogok makan atau melalui perlawanan bersenjata. Kita meminta kepada Allah ketegaran dan kekuatan hingga mereka dibebaskan. PIP: Apa peran Mesir seharusnya membela para tawanan itu? MA: Peran ini bukan hanya miliki Mesir semata namun dunia Arab dan Islam juga memiliki tanggungjawab. Sebab pembebasan tawanan tidak lebih ringan dari pembebasan Al-Quds karena pembebasan mereka adalah jalan satu-satunya untuk membebaskan seluruh tempat suci dan tanah Palestina. namun Mesir memiliki peran besar dalam campur tangan segera untuk mengakhiri krisis tawanan. Demikian juga Mesir perlu menyempurnakan kesepakatan terakhir yang dilaksanakan melalui pertukaran tawanan dengan serdadu Israel Gilad Shalit. Karena itu mereka harus campur tangan langsung untuk membebaskan tawanan tersisa-sisa di penjara Israel. PIP: Bagaimana Anda melihat proses rekonsiliasi Fatah dan Hamas hingga sekarang? MA: Kami melihat proses rekonsiliasi masih tertatih-tatih. Namun dua pihak tersebut lebih mengerti dengan seba-sebab kesulitan yang ada. Saya hanya menasihati Hamas dan Fatah untuk membuang jauh-jauh perpecahan, bersatu dan mewujudkan rekonsiliasi. PIP: Bagaimana Anda melihat naiknya kelompok Islam di sejumlah negara arab dan pengaruhnya terhadap isu Palestina? MA: Naiknya kelompok Islam adalah hal wajar. Bangsa-bangsa itu melakukan perlawanan terhadap para rezim otoriter sementara kelompok Islam itu beragama, cinta kepada Islam dan berusaha meninggikan kalimat Allah. Jangan lupa bahwa awal kemenangan kelompok Islam adalah kemenangan Hamas dalam pemilu legislatif beberapa tahun lalu. Itu adalah indikator bahwa bangsa-bangsa Arab mengarah kepada pembebasan dari pemimpin otoriter, kezhaliman. PIP: Bagaimana Anda melihat kesemapatan-kesepakatan internasional yang diteken Mesir dengan Israel, terutama Cam David? MA: Saya sudah pernah sampaikan dan saya sampaikan juga kepada penasehat Gedung Putih bahwa tidak ada yang namanya Cam David jika tetap ada mafia-mafia Israel yang membunuhi wanita, kakek-kakek, dan anak-anak di Palestina setiap saat. Mafia ini tidak mungkin diperlakukan kecuali dengan perlawanan. Kedua, Jamaah Ikhwanul Musmilin sejak lama tidak mengakui Cam David. Mesir, dengan kapasistas dan perannya sekarang ini, menghormati semua perjanjian dan kesepakatan internasional yang sebelumnya dan yang ditanda tangani di masa lalu. Ikhwan sekarang tidak memiliki pilihan kecuali mengakuinya. Adapun pembicaraan soal anulirnya dan revisi undang-undangnya harus dilakukan melalui parlemen. PIP: Pendapat Anda tentang kunjungan Mufti Mesir ke Al-Quds belakangan ini? MA: Mufti ditanya tentang penyebab hakiki yang mendorongnya melakukan kunjungan seperti ini.namun alasannya tidak bisa diterima. PIP: Apakah Anda menilai bahwa perlawanan damai bangsa-bangsa Arab akan sampai kepada pembebasan Al-Quds? MA: Bangsa Arab harus membebaskan dirinya dari rezim-rezim otoriter dan intervensi asing agar bisa mencapai tujuannya dalam membebaskan Al-Quds. Adapun pendapat saya pribadi, Al-Quds tidak akan terbebas kecuali dengan perlawanan bersenjata.(bsyr)
Readmore »»

Senin, 13 Februari 2012

Mengenang Asy-Syahid Imam Hasan Al-Banna

Tokoh Ikhwan
13/2/2012 | 19 Rabbi al-Awwal 1433 H | 0 views
Oleh: Abu Ghozzah

al-ikhwan.net – Kairo, Kita sekarang mengenang hari-hari syahidnya Imam Hasan Al-Banna, 12 Februari 1949, bertepatan dengan berlangsungnya Musim Semi Revolusi di Dunia Arab, yang merupakan babak kedua dalam membebaskan bangsa Arab, dimulai pada pertengahan tahun empatpuluhan Revolusi Yaman, kemudian revolusi Mesir Juli 1952, revolusi Maroko dan Syria. Meski revolusi itu mengusung mimpi-mimpi bangsa Arab, namun gagal dalam mewujudkan cita-citanya, sampai akhirnya para penguasa Arab yang diktator itu tumbang oleh tuntutan kebebasan rakyatnya (Revolusi sepanjang tahun 2011).

Tidak diragukan lagi, bahwa peran Imam, Mujaddid Hasan Al-Banna dan perjuangannya sepanjang hidupnya, dilanjutkan oleh murid-muridnya, kemudian dilanjutkan oleh murid-murid dari murid-murid Al-Banna memainkan peran yang sangat besar keberhasilan Musim Semi Revolusi Dunia Arab sekarang ini.
Berikut di antara link-link terkait legenda sejarah perjuangan Imam Hasan Al-Banna:

http://www.al-ikhwan.net/2008/11/704/imam-hassan-al-banna-di-mata-ulama-kontemporer/

http://www.al-ikhwan.net/2008/10/671/lebih-dekat-mengenal-imam-as-syahid-hasan-al-banna-lahirnya-masa-hidupnya-dan-gerak-dakwahnya/

http://www.al-ikhwan.net/2008/03/222/imam-syahid-hasan-al-banna-pionir-kebangkitan-peradaban-islam/

http://www.al-ikhwan.net/2006/12/101/mengenang-100-tahun-imam-syahid-hasan-al-banna/

http://www.al-ikhwan.net/2008/10/637/imam-syahid-hasan-al-banna-sosok-pemuda-yang-taat-kepada-allah/

http://azfaazfa.blogspot.com/2008/02/anakku-syahid.html

Rahimahullahu Al-Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna
Readmore »»

Anakku Syahid... [penuturan ayahanda Imam Hasan Al-Banna]

12 Februari 2012, 63 tahun yang lalu…

Seorang ayah kehilangan anak tersayangnya…
Tangan-tangan kejam dan dzolim telah membunuhnya…
Rentetan peluru menembus dan mengoyak tubuhnya…

Dengan penuh kesedihan, Syeh Ahmad Abdurrahman Assa'ati ayahanda Imam Hasan Al-Banna menuliskan kenangan hari itu pada surat berikut ini:

Anakku tersayang...
Bayangan dirimu terlukis jelas pada ingatanku dalam dua kenangan..

Kenangan pertama…
ketika engkau masih bayi menyusu, belum genap enam bulan umurmu…
dan engkau sedang terlelap… tidur nyenyak di samping bundamu…
Lewat tengah malam…
ketika aku kembali ke rumah, pulang dari kantorku…
berhenti berdetak rasanya jantungku…
lemas tanpa daya sekujur tubuhku…
melihat pemandangan di depan mata…
seokor ular melingkar di sampingmu…
lidahnya yang mendesis… menjulur dari kepalanya… menuju kepalamu… tanpa ada jarak yang memisahkan…
sesak rasanya dada… jantung ini terasa mau lepas…
Dengan penuh harapan…
berdo'a aku pada Tuhan…
sehingga dikuatkan dan ditetapkan hatiku…
setelah hilang rasa kaget dan takutku…
kulantunkan semua do'a dan wirid untuk mengusir ular dan gangguannya…
begitu selesai lantunan do'a dan wiridku…
kulihat ular itu… mulai menguraikan lingkaran tubuhnya…
dan pelan-pelan menjauh darimu…
kembali kesarangnya…
Alhamdulillah…
dengan kuasa dan Iradah Allah…
dan dengan hikmah yang hanya Dia yang tahu…
Dia menyelamatkanmu…
dari ular hutan dan gangguannya…

Kenangan kedua...
anakku tersayang…
ketika tubuhmu yang tak berdaya…
dibawa padaku…
darah mengalir dari semua tubuhmu yang terkoyak diterjang peluru…

Ular hutan takut… urung melukai dan mengganggumu…
tapi ular-ular berkepala manusia…
mengoyak dan mencabik-cabik tubuhmu…
inilah takdir Allah…
hanya Dia yang bisa menguatkan kita…
dan membantu kita dalam musibah ini…

kusingkap kain yang menutupi wajahmu…
aku melihat cahaya yang bersinar terang…
ketenangan dan kebahagiaan seorang syahid…
menetes air mata dari mataku…
sedih rasanya hatiku…
tapi lisan kita, tidak berkata kecuali dengan yang diridhoi Allah…
"Ina lillahi.. Wa Inna Ilaihi rajiun…"

Aku pun memandikanmu…
mengkafani dan menyolatimu…
mengantarkanmu ke kuburan…
setengah badanku mengangkat dan membopongmu…
dan setengah badanku yang lainnya… dibopong…
Kuserahkan semua urusan kepada Allah…
sesungguhnya Dia yang Maha melihat semua perbuatan hamba-hambaNya…

Anakku tersayang…
Engkau telah mendapatkan gelar syahid (InsyaAllah)…
gelar yang engkau selalu berdoa pada sujud-sujudmu…untuk mendapatkannya…
selamat padamu nak…
Anas bin Malik meriwayatkan, bahwa rasulullah bersabda:
Tidak ada seorang pun yang telah masuk surga, ingin untuk kembali ke dunia tanpa memiliki sesuatu pun darinya… kecuali syahid… Ia ingin kembali ke dunia, kemudian terbunuh syahid sepuluh kali lagi… karena melihat balasan Allah padanya. HR. Bukhori..

Ya Allah…
Muliakan tempatnya…
Tinggikan derajatnya…
Jadikan surga tempatnya…
Ya Allah…
Jangan tutup kami dari pahala-pahalanya…
Jangan Engkau timpakan fitnah setelah kepergiannya..
Dan ampunkanlah kami dan dia…

Wahai kalian yang mengenal anakku…
Dan mengikuti jalannya…
Sesungguhnya sebaik-baiknya hal untuk mengenangnya yaitu dengan mengikuti langkah-langkahnya…
Pegang adab-adab Islam…
Kuatkan ikatan ukhuwah…
Ikhlaskan niat semua amal karena Allah…


Ditulis oleh:

Syeh Ahmad Abdurrahman Assa'ati..
Pengarang Kitab "Al Fathurrobbani Syarah Musnad Imam Ahmad bin Hambal Assyaibani"
Ayahanda dari Imam Hasan Al Banna
Pendiri gerakan Al Ikhwanul Muslimun

*)dikutip dari http://azfaazfa.blogspot.com/2008/02/anakku-syahid.html

*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Readmore »»

Minggu, 12 Februari 2012

Al Ikhwan:”Khilafah adalah Impian Kami”

Sabtu, 11 Februari 2012


Hidayatullah.com--Dr. Mahmud Ghazlan, selaku juru bicara jama’ah Al Ikhwan Al Muslimun menyampaikan bahwa berdirinya khilafah Islamiyah merupakan impian jama’ahnya, demikian lansir situs berita Al Ahram Mesir (11/2/2012).

Ghazlan menyampaikan bahwa Al Ikhwan Al Muslimun sejak didirikan tahun 1928 berkonsentrasi terhadap aktivitas yang lebih dari satu bidang. Mereka bergerak dalam bidang dakwah, politik, ekonomi serta upaya perbaikan,”Adapun mengenai khilafah Islamiyah, hal itu merupakan impian kami dan kami mengharap bisa mewujudkannya walau perlu waktu beberapa kurun.”

Ghazlan juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya memperhatikan kemajuan jama’ah saja. Namun tujuan jama’ah adalah kebangkitan Mesir, kemudian Dunia Arab, kemudian Dunia Islam. Dan menurutnya, hal itu dilakukan secara bertahap.

Ghazlan membandingkan antara Eropa yang sebelumnya dilanda perang, yang akhirnya bersatu menjadi Uni Eropa dengan Arab. Bukan tidak mungkin Arab bisa bersatu, lebih-lebih dengan agama dan bahasa yang sama.


Rep: Sholah Salim
Red: Thoriq
Readmore »»

Sabtu, 03 Desember 2011

Pengumuman Hasil Pemilu Legislatif Tahap I

Akhbar Ikhwan
3/12/2011 | 8 Muharram 1433 H | 174 views
Oleh: Abu Ghozzah



Ajakan Mensukseskan Pemilu Putaran ke II dan ke III

al-ikhwan.net – Cairo, Sungguh kami bersimpuh syukur kepada Allah swt. atas nikmat kebebasan yang direguk rakyat Mesir sehingga mereka bisa mengekspresikan kehendak dan keinginannya. Kami terus berdoa kepada Allah swt. agar para syuhada revolusi 25 Januari mendapatkan keluasan rahmat dan balasan yang tinggi dari-Nya. Dan agar Allah swt. menyembuhkan orang-orang yang terluka dan mengganti kepada pihak-pihak yang ditinggalkannya dengan yang lebih baik. Mereka lah yang membentangkan jalan perubahan kepada bangsa Mesir dengan pengorbanan yang sangat besar.

Jika sebelumnya kami sampaikan ucapan terima kasih kepada rakyat Mesir dalam pernyataan sikap resmi kami sebelumnya atas pemandangan pemilu yang modern dan maju, rakyat turut antri panjang di depan TPS, mereka menjalankan kebebasannya, mereka mempraktekkan kekuasaan dan demokrasinya, maka pada hari ini kami sampaikan rasa syukur yang berlipat dikarenakan kami dipercaya publik dan kami bangga dengan dukungan tersebut.

Namun di satu sisi kami merasakan bahwa amanah ini begitu berat dan besar. Karena itu kami memohon kepada Allah swt. agar kami diberi kemampuan dan kekuatan untuk bisa mengembannya. Dan agar Allah swt. melepangkan jalan di depan kami agar kami mampu melayani negeri kami, penduduk kami, sebagaimana kami melayani diri kami sendiri, bahkan lebih baik lagi, sehingga Tuhan kami ridha dengan kerja-kerja kami sebelum akhirnya rakyat kami juga rela dengan kebijakan kami.

Dan agar Allah swt membuka pintu hati kami untuk terus bekerja sama dengan pihak-pihak yang tulus dalam menyelamatkan dan memajukan bangsa kami ini. Bersama mereka kami akan mejandikan Mesir lebih maju dan berperadaban, di tingkat regional, kawasan dan dalam percaturan dunia internasional.

Sebagaimana kami haturkan ucapan terima kasih kepada setiap orang yang berpartisipasi mensukseskan pemilu, baik secara sukses administrasi maupun sukses keamanan.

Kami juga mengajak semua komponen anak bangsa ini agar menjadikan pemilu tahapan kedua dan ketiga nantinya jauh lebih baik dan lebih lancar dari tahapan pertama, dengan menjadikan kekurangan pada tahapan pertama sebagai bahan evaluasi sehingga pada tahapan berikutnya menjadi pemilu yang lebih ideal. Dunia akan memuji peradaban bangsa Mesir sebagaimana revolusi 25 Januari mengharumkan nama baik Mesir.

Kami katakan sebelumnya dan akan selalu kami katakan bahwa kami sangat menghargai keinginan dan pilihan rakyat Mesir, apapun pilihan mereka, karena ini adalah konsekwensi dari demokrasi yang kita jalani dan kita hormati. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada semua –dan mereka semua menisbahkan dirinya demokratis- agar menghormati kehendak dan pilihan rakyat Mesir. Barangsiapa yang pada kesempatan pemilu kali ini belum mendapatkan dukungan, maka hendaknya mereka meningkatkan kerja dan pelayanan kepada rakyat sehingga pada pemilu berikutnya akan meraih dukungan.

Kami melihat bahwa amal siasi –kerja politik- merupakan bagian perlombaan dalam melayani masyarakat, bukan permusuhan dan perebutan kursi dan jabatan, oleh karena itu hendaknya kompetisi itu dilakukan dengan cara-cara yang terhormat, mengedepankan prinsip-prinsip dan akhlak, baik dalam ucapan, pernyataan, sikap dan propaganda, media dan berita, karena itu semua akan menjadikan Allah swt. ridha dan akan membawa dampak mashlahat bagi rakyat semua, mewujudkan kepuasan individu dan menghantarkan pada prestasi nasional dan bagi kepentingan umum.

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” QS. Al-Maidah:2



Al-Ikhwan Al-Muslimun

Cairo, 7 Muharram 1433 H / 2 Desember 2011
Readmore »»

Minggu, 27 November 2011

Mursyid Am: Partisipasi Pemilu Kelanjutan Revolusi Damai

Akhbar Ikhwan
28/11/2011 | 2 Muharram 1433 H | 35 views
Oleh: Abu Ghozzah

Mursyid Am Imbau Sukseskan Pemilu Sebagai Kelanjutan Revolusi Damai Mesir

al-ikhwan.net – Cairo, Fadhilatul Ustadz, Dr. Muhammad Badi’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, mengajak semua rakyat Mesir yang sudah memiliki hak pilih untuk berangkat ke lokasi pemungutan suara dan menunaikan hak mereka yang diatur oleh undang-undang dan memilih siapa saja yang mereka kehendaki dengan amanah dan bebas tanpa ada paksaan dan rasa takut.

Beliau mengatakan itu di twitter pribadinya pada hari ini, sebagai upaya untuk menjaga dan melanjutkan revolusi damai Mesir dan capaian-capainnya.

Beliau mengatakan : “Saya mengajak semua rakyat Mesir untuk berangkat ke tempat-tempat pemungutan suara dan melaksanakan hak konstitusi mereka, dengan cara bebas dan amanah.”

Mulai hari ini, 28 Nopember 2011 Mesir menyelenggarakan pemilihan umum anggota legislatif, dengan sistem bikameral atau per-wilayah, tidak dilaksanakan serentak sekaligus, namun pengumuman dilaksanakan di akhir secara bersamaan. [io]
Readmore »»

Selasa, 15 November 2011

Israel Prediksi Ikhwan Pimpin Negara-negara Arab


Seorang Orientalis Zionis menolak beberapa ketakutan Israel terhadap konsekuensi revolusi Arab karena hal itu bisa membuka kelompok Ikhwanul Muslimin menguasai pemerintahan di sejumlah negara Arab, mirip dengan apa yang terjadi di Iran atau Gaza, dengan dalih lebih baik ada rezim "liar", tapi stabil dan diketahui , daripada rezim tidak terduga yang tunduk sepenuhnya pada penganut agama, penuh kebencian. Dia mengisyaratkan akan ketidakmampuan nyata Zionis Israel dalam mendorong atau mencegah penggantian rezim-rezim tersebut. Oleh karena itu, tidak gunanya menakut-nakuti diri kita sendiri.

Dalam pandangan "Rafi Yisraeli", dosen pada isu-isu Timur Tengah di Hebrew University, lingkarang pemuat keputusan Israel harus menghancurkan apa yang dia sebut sebagai "mitos stabilitas", yang menjamin perdamaian dan ketenangan. Dia memberi bukti rezim komunis dunia, yang stabil selama 70 tahun, dan semua yang diinginkan presiden AS Ronald Reagan adalah untuk mengakhiri itu semua, karena terkait dengan "poros kejahatan".

Hari ini, terjadi revolusi di dunia Arab di zaman kita di mana rezim dalam kondisi sangat stabil. Gaddafi di Libya sudah 42 tahun, Mubarak di Mesir dan Abdullah Saleh di Yaman masing-masing selama lebih dari 30 tahun, Assad di Suriah berada di urutan kedua yang berusia lebih empat puluh tahun, Ben Ali di Tunisia lebih dari 20 tahun, dan di Bahrain sistem kerajaan untuk selamanya, selama mereka loyal ke Barat maka dianggap sebagai moderat, yang berarti pengokohan posisi mereka, dan stabilitas mereka sangat penting, namun siapa yang bisa mengalahkan gelombang rakyat, terbebaslah dari mereka dukungan Barat mereka, dan jadilah mereka semacam stabilitas negatif, dan muncullah dari mereka ketidakstabilan baru.

Batu Pondasi

Di Mesir, yang oleh Yisraeli digambarkan sebagai "batu pondasi " dunia Arab, yang pandang tidur oleh mata para pengambil keputusan Barat, termasuk Israel, kini berterbengan banyak peristiwa dibandingkan tempat lain, terlebih karena semua orang berbicara tentang kebangkitan potensi "Ikhwanul Muslimin", yang tampaknya mereka terpecah dengan para pesaing independen mereka, seperti Amr Moussa, Mohamed El Baradei, dalam banyak kasus, seperti masalah negara syariah, tetapi dalam hubungan mereka dengan Israel, Amerika Serikat, dan proses perdamaian di Timur Tengah, tidak ada perbedaan yang signifikan antara mereka. Mereka semua ingin mengkaji kembali perjanjian Camp David yang sudah berusia tiga dekade, hl itu bukanlah sesuatu keharusan bagi kepentingan Israel.

Dan hari ini Suriah berkobar, setelah pada era mantan Presiden "George Bush", mengalami seperti keluar dari Libanon, yang menyebabkannya terisolasi di arena internasional, dan kepemimpinan mereka menghadapi kecaman internasional atas pembunuhan Perdana Menteri Libanon Rafik al-Hariri. Namum munculnya "Barack Obama" membalik konfigurasi yang sedang berlangsung: duta besar Amerika kembali ke Damaskus, Suriah bisa keluar dari isolasi yang dialaminya, dan seputar komitmennya pada "poros kejahatan" untuk dapat diterima dalam kerangka pemikiran yang salah bahwa (Suriah), dengan pengaruh pentingnya di Libanon, bisa memberikan stabilitas yang ia sebut "palsu" di Timur Tengah.

Timbangan Israel

Oleh karena itu, Yisraeli memprediksi bahwa jika revolusi rakyat di Suriah berhasil, ada peluang besar bagi Ikhwanul Muslimin untuk mengontrol kekuasaan, meskipun "Obama" lebih memilih rezim sekuler yang stabil, seperti yang sudah berlangsung selama lebih dari 30 tahun. Bila itu terjadi maka akan menjadi sistem Islam yang paling ditolak Barat sepenuhnya.

Bagi Israel, timbangannya sangat jelas layaknya matahari. Tidak boleh membuat kesalahan yang nampak di depan mata: tidak ada perbedaan subtansi di antara para penolak dari kalangan Israel atas dasar pandangan nasional mereka atau golongan, karena mereka semua mendapatkan dukungan dari Barat sebagai orang-orang moderat. Israel harus memberikan konsesi bersama mereka, melepaskan warisan dan revolusinya, tekanan pada mereka untuk melakukannya akan meningkat, terutama karena nilai kaum moderat ini sangat berharga bagi Barat, dan media massa mereka.

Sebaliknya, Ikhwanul Muslimin dan turunannya, seperti Hamas, bagi beberapa negara Barat masih dianggap sebagai gerakan "teroris". Negara-negara ini akan mendukung Israel jika negara-negara tersebut tidak memberikan konsesi kepada mereka, dan mereka akan mengetahui bahwa sekiranya Barat tetap mempertahankan haknya dan pertimbangan keamanannya, dia sudah benar, bahkan jika pada akhirnya terpaksa membatalkan perjanjian perdamaian atau melanggarnya secara sepihak. [Situs Central Issues, 09/05/2011. asw, InfoPalestina]
Readmore »»

Kamis, 07 Juli 2011

Muktamar Persaudaraan Muslimah Resmi di Buka Mursyid Am IM

7/04/2011 09:07:00 PM | Posted by islamedia
Islamedia - Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, Dr. Muhammad Badi, berkenan membuka muktamar pertama Persaudaraan Muslimah (Akhwat Muslimat), salah satu organisasi wanita islam terbesar yang ada Mesir. Muktamar yang digelar sejak tanggal 2 Juli 2011 ini juga dihadiri tokoh dan pengurus Ikhwanul Muslimin, diantaranya: Prof. Jum'ah Amin, Dr. Mahmud Izzat, Ir. Khairat Syathir (wk. Mursyid Am), Dr. Mahmud Hussein (Sekjen Ikhwan), Dr. Mahmud Gazlan (Anggota Maktab Irsyad), Dr. Muhyidin Hamid (Anggota Maktab Irsyad), dan ratusan pejabat struktural dan non struktural ikhwan lainnya.

Dalam sambutannya Mursyid Am mengatakan, bahwa tidak ada dapat memungkiri peran para wanita dalam menyukseskan revolusi yang baru lalu. Disamping sebagai seorang aktifis dakwah, para wanita memiliki peran yang amat besar dalam kehidupan rumah tangga. Begitu banyak wanita yang telah menciptakan sejarah. Nama mereka terukir dalam berbagai perjuangan. Banyak orang belajar dari para wanita tentang bagaimana caranya melawan kezaliman para thagut. Mereka telah bahu membahu dengan para lelaki secara bersama-sama.

Dalam pidatonya, Mursyid Am juga menjelaskan peran serta para akhawat pada unjuk rasa di medan Tahrir sejak hari pertama yang pada akhirnya menciptakan revolusi mesir. Sebagian dari mereka ada yang telah menjadi syahidah. Sebagian dari mereka telah melepaskan anak-anak mereka sebagai syuhada revolusi.

Revolusi dan kemenangan para kaum reformis merupakan nikmat Allah yang besar yang diberikan pada beberapa bulan yang lalu. Allah telah memberikan kebebasan kepada rakyat Mesir dari kezaliman seorang penguasa. Kini kebebasan itu telah kembali. Oleh karenanya, tidak boleh bagi siapapun juga yang menghalangi rakyat mesir untuk berkontribusi.

Pada kesempatan tersebut Mursyid Am mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para ummahat yang telah mengikhlaskan dirinya karena telah kehilangan anak-anak mereka dalam revolusi mesir kemarin. Mereka tetap hidup dan mendapatkan rizki dari Tuhan mereka.

Setelah kesuksesan dan keberhasilan revolusi yang lalu, kini peran muslimah masih tetap dibutuhkan, bahkan pengorbanan yang lebih besar sangat diharapkan. Oleh karenanya, bagi para akhowat harus senantiasa menghiasi dirinya dengan kesabaran dalam menghadapi tantangan. Keberadaan mereka untuk tetap bersama-sama dengan para ikwan masih terus dibutuhkan. terutama dalam menciptakan dan membentuk genarasi idaman yang akan datang.

Mendidik anak untuk memiliki rasa izzah dan kemuliaan adalah sebuah keharusan. Pembentukkan anak-anak yang berakhlak dan memiliki kemuliaan adalah tugas para lelaki dan wanita, muslim maupun masehi, liberal maupun muslim. Kebangkitan Mesir adalah tanggungjawab bersama agar memiliki masa depan yang lebih cerah
Menyanyikan lagu kebangsaan Mesir dan Hyme Ikhwan
Nampak dijajaran depan para qiyadah ikhwanul Muslimin (dari kiri; Gazlan, Izzat, Jum'ah, Badi, Syathir, dan Mahmud Hussein)
Khairat Syatir sedang memberikan pandangan tentang keakhwatan


Tokoh dan Pengurus Akhawat Muslimah dan para tamu undangan
Readmore »»

Kamis, 16 Juni 2011

Jerman: IM Adalah Aset Masa Depan Mesir


Kamis, 16 Juni 2011
Berbicara kepada MENA (Kantor berita resmi Mesir) Presiden Kamar Dagang dan Industri Arab-Jerman, Rainer Herret menyatakan bahwa Pemerintah Jerman akan mengapresiasi kebijakan ekonomi yang diadopsi oleh semua kekuatan politik Mesir, termasuk Ikhwanul Muslimin.

Menurut Herret gagasan penurunan investasi Jerman di Mesir jika Ikhwan memegang kekuasaan sama sekali tidak dipertimbangkan. Dia menekankan bahwa partai-partai politik baru harus melaksanakan sekelompok kebijakan ekonomi untuk meningkatkan investasi dan meningkatkan daya saing perekonomian Mesir.

Herret tidak khawatir kalau nantinya IM memenangkan pemilu, dia percaya Islam adalah agama moderat, yang mendorong dialog dan mengecam kekerasan dan ekstremisme.

Ia menyatakan bahwa ia mengharapkan investasi Jerman akan meningkat di Mesir dalam waktu dekat dan negaranya ingin meningkatkan hubungan dengan Mesir. Dia menggambarkan Mesir sebagai mitra ketiga terbesar di daerah itu, setelah Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Herret juga menambahkan bahwa kesepakatan Mesir-Uni Eropa telah melakukan banyak untuk meningkatkan ekonomi dan perdagangan kerjasama antara Kairo dan Berlin.

Dia menegaskan bahwa Uni Eropa siap untuk melakukan semua yang bisa untuk mendukung perekonomian Mesir, mengikuti revolusi 25 Januari, termasuk mempertimbangkan subsidi untuk memenuhi kebutuhan orang Mesir.

*)sumber: http://www.ikhwanweb.com/article.php?id=28723
Readmore »»

Senin, 23 Mei 2011

Tinjauan Sya'i tentang Hubungan Baik dengan Kristen Koptik (Qibthi)


Islamedia - Gerakan Ikhwanul Muslimin telah lama berhubungan baik dengan Kristen Koptik sebagai salah satu penduduk asli Mesir. Hubungan baik ini sudah terjalin sejak awal keberadaan Ikhwan di Mesir. Hubungan itu terus berlangsung hingga hari ini, bahkan diberitakan bahwa wakil ketua partai yang didirikan Ikhwan, adalah berasal dari kaum Koptik.

Hubungan ini bukan tanpa alasan, melainkan berasal dari pesan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada umat Islam.

Dari Ummu Salamah Radhiallahu ‘Anha, bahwa menjelang wafat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau berwasiat:
الله الله فى قبط مصر فإنكم ستظهرون عليهم فيكونون لكم عدة وأعوانًا فى سبيل الله
Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah, dalam bergaul dengan kaum Qibthi Mesir. Sesungguhnya kalian akan mengalahkan mereka, dan mereka akan menjadi kekuatan dan pertolongan bagi kalian dalam perjuangan fi sabilillah. (HR. Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir, No. 561, Alauddin Al Muttaqi Al Hindi dalam Kanzul ‘Ummal No. 34023)

Imam Al Haitsami berkata tentang hadits ini:
رواه الطبراني ورجاله رجال الصحيح.
Diriwayatkan oleh Ath Thabarani dan para perawinya adalah perawi shahih. (Majma’ Az Zawaid, 10/63)

Syaikh Al Albani juga berkata tentang hadits ini:
قلت: وهذا إسناد صحيح لا أعرف له علة؛ فإن رجاله كلهم ثقات
Saya berkata: isnad hasits ini shahih, saya tidak mengetahui adanya cacat, dan semua perawinya adalah terpercaya. (As Silsilah Ash Shahihah No. 3113)
Nah, hadits nabi yang mulia ini, sudah dibuktikan oleh realita bahwa kaum Qibhti Mesir sudah dikalahkan umat Islam. Setelah itu, mereka akan menjadi pembantu bagi perjuangan umat Islam di sana. Maka, apa yang dilakukan oleh Syaikh Al Banna dan menjadi inspirasi bagi Syaikh Al Qaradhawi, bahwa menggunakan tenaga mereka (kaum Kristen Qibthi) dalam membantu perjuangan kaum muslimin, adalah hal yang justru dibenarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sejak jauh-jauh hari.

Imam An Nawawi menyebutkan:
وفيه معجزات ظاهرة لرسول الله صلى الله عليه و سلم منها اخباره بأن الامة تكون لهم قوة وشوكة بعده
Pada hadits ini terdapat mu’jizat yang jelas bagi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, di antaranya adalah pengabaran Beliau bahwa bagi mereka akan ada umat yang menjadi kekuatan dan senjata setelah itu. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 16/97. Mawqi’ Ruh Al Islam)
Abdullah bin Yazid dan Amru bin Huraits, dan selainnya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إنكم ستقدمون على قوم جعد رؤوسهم فاستوصوا بهم خيرا فإنهم قوة لكم وبلاغ إلى عدوكم بإذن الله ـ يعني قبط مصر ـ
Sesungguhnya kalian akan mendatangi kaum yang keriting kepalanya, maka berwasiatlah yang baik-baik dengan mereka, karena mereka akan menjadi kekuatan bagimu, dan menjadi bekal bagimu untuk melawan musuh-musuhmu dengan izin Allah. –yaitu kaum Qibthi Mesir. (HR. Abu Ya’la No. 1473, berkata Husein Salim Asad: para perawinya tsiqaat (terpercaya). Ibnu Hibban No. 6677)
Imam Al Haitsami mengatakan:
رواه أبو يعلى ورجاله رجال الصحيح.
Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan para perawinya adalah perawi shahih. (Majma’ Az Zawaid, 10/64)

Dalam Shahih Muslim juga Rasulullah Shallallau ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّكُمْ سَتَفْتَحُونَ أَرْضًا يُذْكَرُ فِيهَا الْقِيرَاطُ فَاسْتَوْصُوا بِأَهْلِهَا خَيْرًا فَإِنَّ لَهُمْ ذِمَّةً وَرَحِمً أَو قال"ذِمَّةً وصِهراً
Sesungguhnya kalian akan menaklukan negeri yang di dalamnya disebut-sebut Al Qiiraath, maka berwasiatlah yang baik-baik terhadap penduduknya, karena mereka memiliki jaminan dan kekeluargaan, atau diakatakan: jaminan dan perbesanan. (HR. Muslim No. 2543)

Berkata Imam An Nawawi Rahimahullah makana hubungan kekeluargaan dan perbesanan:
قال العُلَماءُ:الرَّحِمُ التي لهُمْ كَوْنُ هَاجَر أُمُّ إِسْماعِيلَ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مِنْهمْ."والصِّهْرُ": كونُ مارِية أُمِّ إِبراهِيمَ ابنِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم منهم.
Berkata ulama: Ar Rahim (hubungan kekeluargaan) yang mereka miliki adalah karena Hajar Ibnu Ismail Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah berasal dari golongan mereka (Qibthi). Dan As Sihru (hubungan perbesanan) karena Mariyah ibu Ibrahim anak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga berasal dari mereka. (Lihat Riyadhus Shalihin, Hal. 133. Muasasah Ar Risalah)

Dalam riwayat lain, juga dari Abu Dzar, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّكُمْ سَتَفْتَحُونَ مِصْرَ وَهِيَ أَرْضٌ يُسَمَّى فِيهَا الْقِيرَاطُ فَإِذَا فَتَحْتُمُوهَا فَأَحْسِنُوا إِلَى أَهْلِهَا فَإِنَّ لَهُمْ ذِمَّةً وَرَحِمًا
Sesungguhnya kalian akan menaklukan Mesir, dia adalah negeri yang di dalamnya disebut-sebut Al Qiiraath, maka jika kalian menaklukannya berwasiatlah yang baik-baik terhadap penduduknya, karena mereka memiliki jaminan dan kekeluargaan. (HR. Muslim No. 2544)
Apakah Al Qiiraath? Para ulama telah berbeda dalam memaknainya. Imam Ibnu
Hibban mengutip dari Harmalah:
قال حرملة: يعني بالقيراط أن قبط مصر يسمون أعيادهم وكل مجمع لهم: القيراط، يقولون: نشهد القيراط
Berkata Harmalah: “Makna Al Qiiraath, bahwa Qibthi Mesir menamakan hari besar mereka dan semua perkumpulan mereka dengan sebutan Al Qiirath, mereka mengatakan: kami menyaksikan Al Qiiraath.” (Lihat Shahih Ibnu Hibban No. 6676)

Imam An Nawawi mengatakan:
قال العلماء القيراط جزء من أجزاء الدينار والدرهم وغيرهما وكان أهل مصر يكثرون من استعماله والتكلم به
Berkata ulama: Al Qiiraath adalah satu bagian dari bagian-bagian Dinar dan Dirham, dan selain keduanya. Dahulu penduduk Mesir banyak yang menggunakannya dan membicarakannya. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 16/97. Mawqi’ Ruh Islam)

Kami kira ini sudah cukup, bahwa bolehnya bekerjasama dengan Kristen Qibhti sebagai alat bantu perjuangan umat Islam di Mesir, sebab itu memang dibenarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Tetapi kebolehan ini hanya jika mereka masih mau berhubungan baik dengan umat Islam. Jika mereka berbuat aniaya dengan umat Islam bahkan memeranginya, maka wajib memutuskan hubungan dengan mereka dan justru mesti memerangi mereka karena kezaliman mereka itu.

Wallahu A’lam


Farid Nu’man Hasan
Readmore »»